Kirab Budaya Festival Bersih Kampung Bremi 2026 Semarakkan Pelestarian Tradisi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Probolinggo – Semangat melestarikan budaya lokal kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Sukabumi melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Festival Bersih Kampung Bremi (BERKAM) 2026 yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 di sepanjang Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan,
Bremi
Probolinggo – Semangat melestarikan budaya lokal kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Sukabumi melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Festival Bersih Kampung Bremi (BERKAM) 2026 yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 di sepanjang Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi puncak rangkaian Festival Bersih Kampung Bremi yang telah digelar selama sepekan. Kirab Budaya dibuka secara resmi oleh dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes. yang didampingi dr. Evariani. Turut hadir jajaran Pemerintah Kota Probolinggo, Forkopimda, perangkat Kecamatan Mayangan dan Kelurahan Sukabumi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, serta ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.
Kirab Budaya merupakan salah satu rangkaian Festival Bersih Kampung Bremi (BERKAM) yang diselenggarakan mulai 21 Juni hingga 28 Juni 2026. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan kebersamaan masyarakat, di antaranya Kerja Bakti Massal di lingkungan RW 01 Kelurahan Sukabumi pada 21 Juni, Khotmil Quran dan Napak Tilas pada 25 Juni, Pasar Biyen di sepanjang Jalan Wijaya Kusuma pada 26 Juni, serta ditutup dengan Kirab Budaya pada 28 Juni 2026. Beragam atraksi budaya, kesenian tradisional, dan kreativitas masyarakat ditampilkan dalam kirab yang melintasi Jalan Wijaya Kusuma. Peserta kirab dari berbagai unsur masyarakat, lembaga, dan kelompok seni menampilkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas Kampung Bremi. Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang jalur kirab menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Festival Bersih Kampung Bremi tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang diterima. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap sejarah dan budaya lokal terus dipupuk sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kelurahan Sukabumi. Selain itu, penyelenggaraan festival turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui kehadiran stan-stan UMKM yang menawarkan beragam produk kuliner, kerajinan, serta produk unggulan lokal. Ramainya pengunjung yang hadir memberikan peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Kampung Bremi sendiri dikenal sebagai kawasan yang memiliki nilai historis yang panjang sejak abad ke-19 (tahun 1800-an). Berdasarkan sejarah yang berkembang di masyarakat, kawasan ini memiliki keterkaitan dengan lokasi persinggahan Hayam Wuruk ketika melakukan perjalanan pada masa Kerajaan Majapahit. Nilai sejarah tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan setiap tahun.
Melalui Festival Bersih Kampung Bremi, Pemerintah Kota Probolinggo bersama masyarakat berharap warisan sejarah dan budaya lokal dapat terus lestari serta menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan memadukan pelestarian tradisi, penguatan nilai sejarah, dan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, Festival BERKAM diharapkan mampu menjadi agenda budaya tahunan yang semakin memperkuat identitas Kampung Bremi sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kota Probolinggo.