Bazar Pelayanan, Inovasi Kecamatan Mayangan Hadirkan Layanan Publik, UMKM, dan Seni Budaya dalam Satu Lokasi
PROBOLINGGO – Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi Bazar Pelayanan "Majengan Berlari" (Mayangan Biaya Gratis Layanan Malam Hari). Inovasi ini menghadirkan berbagai layanan publik lintas instansi dalam satu lokasi pada malam hari sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan secara mudah, cepat, dan tanpa biaya.
Camat Mayangan Deus Nawandi, S.STP., M.Si. mengatakan bahwa Bazar Pelayanan merupakan pengembangan dari inovasi Majengan Berlari yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang tidak memiliki kesempatan mengurus administrasi pada jam kerja. "Bazar Pelayanan menjadi bentuk komitmen Kecamatan Mayangan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Kami tidak hanya menghadirkan layanan administrasi, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan UMKM, pelayanan kesehatan, hingga pelestarian seni budaya dalam satu kegiatan," ujar Deus Nawandi. Menurutnya, konsep pelayanan terpadu tersebut menghadirkan berbagai instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN, perbankan, serta sektor swasta dalam satu kawasan pelayanan. Masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan administrasi kependudukan, perizinan, perpajakan daerah, pembayaran pajak kendaraan, pelayanan kepelabuhanan, layanan bea cukai, donor darah, layanan perbankan, hingga pelayanan dari pelaku usaha lainnya secara bersamaan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, cek kesehatan, serta pengobatan gratis melalui kolaborasi dengan puskesmas dan mitra pelayanan kesehatan. Deus Nawandi menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Seluruh pelaku UMKM di Kecamatan Mayangan diberikan ruang untuk memasarkan produknya kepada masyarakat, sementara kelompok seni dan budaya lokal memperoleh kesempatan tampil sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. "Bazar Pelayanan bukan sekadar pelayanan administrasi. Inovasi ini kami desain sebagai ruang kolaborasi yang menggerakkan pelayanan publik, mengembangkan ekonomi masyarakat melalui UMKM, sekaligus melestarikan seni budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat," katanya.
Berdasarkan proposal inovasi, Bazar Pelayanan Majengan Berlari merupakan inovasi pelayanan publik non-digital yang telah melalui tahap uji coba pada Maret 2023 dan mulai diterapkan pada Juni 2023. Pelaksanaannya melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pelayanan, sektor kesehatan, perbankan, perusahaan swasta, hingga pelaku UMKM dan komunitas seni budaya. Inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas berbagai tantangan pelayanan publik, terutama masih adanya masyarakat yang enggan mengurus administrasi secara mandiri karena keterbatasan waktu maupun kebiasaan menggunakan jasa perantara. Melalui pelayanan malam hari yang terpusat dalam satu lokasi, Kecamatan Mayangan berupaya mempermudah akses layanan sekaligus mendorong masyarakat untuk mengurus dokumen administrasi secara langsung tanpa biaya. Selain meningkatkan kemudahan pelayanan, program ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang bekerja pada siang hari karena dapat mengakses berbagai layanan pada malam hari. Pelaksanaan bazar juga menjadi media promosi bagi UMKM lokal, meningkatkan akses pelayanan kesehatan gratis, serta menjadi panggung bagi kelompok seni budaya Kecamatan Mayangan untuk menampilkan kreativitasnya kepada masyarakat. Hasil pelaksanaan inovasi menunjukkan respons masyarakat yang sangat positif. Pada penyelenggaraan Bazar Pelayanan tahun 2023, jumlah pemohon pelayanan tercatat mencapai lebih dari 600 orang, yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap model pelayanan terpadu tersebut. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Melalui Bazar Pelayanan, Kecamatan Mayangan berharap pelayanan publik tidak lagi dipandang sebagai proses yang rumit dan jauh dari masyarakat, melainkan menjadi pelayanan yang hadir langsung di tengah warga dengan semangat kolaborasi, kemudahan, dan pemberdayaan masyarakat.
