Inovasi Batik Baremi - Kelurahan Sukabumi

Kampung Batik Baremi Jadi Ikon Inovasi Pelestarian Budaya dan Wisata Edukasi di Kecamatan Mayangan

PROBOLINGGO – Kecamatan Mayangan terus mendorong pengembangan potensi lokal melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat. Salah satu inovasi unggulan yang menjadi identitas wilayah adalah Kampung Batik Baremi di RW 001 Kelurahan Sukabumi, yang dikembangkan sebagai sentra pelestarian batik sekaligus destinasi wisata edukasi khas Kota Probolinggo. Kampung Batik Baremi merupakan kawasan yang dihuni para pengrajin batik yang selama bertahun-tahun berperan dalam perkembangan industri batik di Kota Probolinggo. Berangkat dari potensi tersebut, masyarakat bersama pemerintah membangun kawasan tematik yang tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif. Camat Mayangan, Deus Nawandi, mengatakan Kampung Batik Baremi menjadi bukti bahwa inovasi daerah dapat lahir dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat. "Kampung Batik Baremi merupakan inovasi yang mengangkat potensi masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan. Inovasi ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya batik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai daerah yang memiliki kekayaan seni dan budaya," ujar Deus Nawandi.

Kampung Batik Baremi mulai dikembangkan pada tahun 2019 melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kawasan dilakukan dengan menjadikan aktivitas membatik sebagai tema utama sehingga mampu menghadirkan lingkungan yang memiliki karakter khas sekaligus menjadi daya tarik wisata edukasi. Menurut Deus Nawandi, keberhasilan Kampung Batik Baremi tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, kelompok pengrajin, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung keberlangsungan industri batik. "Inovasi ini dibangun atas semangat gotong royong. Pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus berkreasi sehingga Kampung Batik Baremi berkembang sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi lokal," katanya. Keunikan Kampung Batik Baremi tidak hanya terletak pada aktivitas membatik, tetapi juga pada berbagai inovasi yang diterapkan para pengrajin. Mereka membentuk paguyuban pengrajin batik sebagai wadah kolaborasi, memanfaatkan bahan bakar gas dan bioetanol yang lebih efisien dalam proses produksi, serta mengembangkan pewarna alami berbahan tanaman mangrove yang menghasilkan warna khas sekaligus ramah lingkungan. Selain menjadi pusat produksi batik, kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan batik, mengenal motif-motif khas Probolinggo, hingga memahami inovasi yang dilakukan para pengrajin dalam mempertahankan kualitas produk di tengah persaingan batik printing dan batik impor.

Melalui pengembangan Kampung Batik Baremi, pemerintah berharap tercipta pusat pertumbuhan ekonomi berbasis budaya yang mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat citra Kota Probolinggo sebagai daerah yang memiliki kampung tematik berbasis potensi lokal. Deus Nawandi menambahkan bahwa keberadaan Kampung Batik Baremi menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menggali potensi daerah sebagai modal pembangunan. "Kami berharap Kampung Batik Baremi terus berkembang menjadi destinasi wisata edukasi unggulan sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.





LINK TERKAIT