Inovasi Pojok Literasi - Kelurahan Sukabumi

Pojok Literasi Arkeologi SUNAN KALI BANGER, Inovasi Kelurahan Sukabumi Hadirkan Ruang Belajar Sejarah Berbasis Masyarakat

PROBOLINGGO – Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo menghadirkan inovasi Pojok Literasi Arkeologi SUNAN KALI BANGER (Sinau Kang Tenanan Kabudayan, Literasi, Babad lan Paugeran) sebagai upaya meningkatkan literasi sejarah sekaligus melestarikan warisan budaya lokal. Inovasi pelayanan publik berbasis non-digital ini dikembangkan menjadi pusat edukasi sejarah yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.  Camat Mayangan Deus Nawandi mengatakan, inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan masyarakat dengan sejarah daerahnya melalui media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berbasis komunitas. "Pojok Literasi Arkeologi SUNAN KALI BANGER bukan sekadar ruang membaca, tetapi menjadi pusat pembelajaran sejarah lokal yang mengajak masyarakat mengenali identitas daerahnya. Kami ingin generasi muda memiliki rasa bangga terhadap sejarah dan budaya Kota Probolinggo sehingga pelestariannya dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujar Deus Nawandi. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memang memudahkan masyarakat memperoleh berbagai informasi. Namun di sisi lain, minat terhadap sejarah lokal mulai menurun. Banyak generasi muda lebih mengenal budaya populer dibandingkan sejarah daerahnya sendiri, sementara dokumentasi sejarah dan nilai-nilai budaya lokal masih belum terintegrasi dengan baik. Kondisi tersebut menjadi dasar lahirnya inovasi Pojok Literasi Arkeologi SUNAN KALI BANGER. 

Melalui inovasi ini, Kelurahan Sukabumi menghadirkan ruang edukasi yang menyediakan berbagai literatur sejarah Probolinggo, dokumentasi tokoh lokal, koleksi foto sejarah, artefak dan replika peninggalan sejarah, hingga ruang diskusi budaya. Pojok literasi juga dikembangkan sebagai tempat belajar bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam sejarah daerahnya.  Deus Nawandi menjelaskan, keunggulan inovasi tersebut terletak pada konsep literasi berbasis arkeologi lokal yang mengintegrasikan sejarah, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran. Selain menyediakan koleksi sejarah, inovasi ini juga menghadirkan kelas literasi, diskusi budaya bersama budayawan, hingga kegiatan edukasi lapangan menuju situs-situs sejarah di sekitar Kelurahan Sukabumi. "Keterlibatan tokoh masyarakat, akademisi, komunitas sejarah, sekolah, hingga generasi muda menjadi kekuatan utama inovasi ini. Dengan kolaborasi tersebut, materi literasi akan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu menjaga warisan sejarah lokal tetap hidup," jelasnya.

Pelaksanaan inovasi dilakukan secara bertahap mulai dari inventarisasi potensi sejarah Kelurahan Sukabumi, pengumpulan literatur dan dokumentasi sejarah, penyiapan ruang edukasi, penyediaan koleksi buku dan arsip, pembentukan tim pengelola, sosialisasi kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan literasi sejarah, diskusi budaya, kunjungan edukatif bagi pelajar, hingga evaluasi dan pengembangan koleksi secara berkala.  Melalui Pojok Literasi Arkeologi SUNAN KALI BANGER, Pemerintah Kecamatan Mayangan berharap masyarakat semakin memahami sejarah Kota Probolinggo, tumbuh rasa cinta terhadap daerah, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya, serta terciptanya destinasi edukasi sejarah yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat luas.






LINK TERKAIT