Taman MARINDA, Inovasi Pekarangan Produktif Kelurahan Sukabumi Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat
KOTA PROBOLINGGO – Kecamatan Mayangan terus memperkuat budaya inovasi melalui lahirnya Taman MARINDA (Taman Mawar Indah Produktif Berkelanjutan), sebuah inovasi pemberdayaan masyarakat yang mengubah lahan pekarangan menjadi kawasan pangan terpadu berbasis partisipasi warga. Berlokasi di Jalan Mawar Indah 13 RT 06 RW 03, Kelurahan Sukabumi, inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan ketahanan pangan perkotaan sekaligus upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 560 meter persegi, Taman MARINDA mengusung konsep edukatif, produktif, estetis, dan berkelanjutan. Berbagai komoditas pangan seperti sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga budidaya ikan dikembangkan secara terpadu dalam satu kawasan yang dikelola bersama oleh masyarakat. Tidak hanya menjadi kebun produktif, kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi pertanian perkotaan, ruang interaksi sosial, serta media pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Melalui inovasi ini, masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber pangan keluarga sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Berbagai teknologi sederhana namun efektif diterapkan dalam pengelolaan kawasan, mulai dari Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) yang mengombinasikan budidaya ikan lele dengan tanaman kangkung, pembangunan rumah bibit sebagai penyedia benih mandiri, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga penggunaan sistem penyiraman sprinkler yang membuat pemeliharaan tanaman menjadi lebih efisien. Hasil panen dimanfaatkan secara optimal. Sebagian dikonsumsi oleh warga untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sebagian dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai tambahan pendapatan kelompok pengelola, dan sebagian lainnya disalurkan kepada Posyandu untuk mendukung pemenuhan gizi ibu hamil, balita, serta keluarga yang membutuhkan. Camat Mayangan, Deus Nawandi, mengatakan Taman MARINDA merupakan bentuk nyata kolaborasi masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan melalui inovasi yang sederhana namun memberikan manfaat luas. "Taman MARINDA kami hadirkan bukan hanya sebagai taman lingkungan, tetapi sebagai ruang pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan warga. Kami ingin menunjukkan bahwa lahan pekarangan sekecil apa pun dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola secara bersama-sama dan berkelanjutan," ujar Deus Nawandi. Menurutnya, keberhasilan inovasi tersebut tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang secara aktif terlibat sejak tahap perencanaan, penanaman, perawatan hingga pemanfaatan hasil panen. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama yang membuat kawasan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. "Yang paling penting dari inovasi ini bukan hanya hasil panennya, tetapi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sendiri. Ketika masyarakat bergerak bersama, ketahanan pangan dapat diperkuat, lingkungan menjadi lebih hijau, dan ekonomi warga ikut meningkat. Inilah semangat yang ingin terus kami kembangkan di Kecamatan Mayangan," tambahnya. Selain menghasilkan berbagai komoditas seperti pisang Cavendish, jambu, tomat, cabai, jeruk sambal, sawi, bayam, pokcoy, kelor, terong, hingga tanaman obat keluarga, kawasan ini juga mempercantik lingkungan melalui penataan tanaman anggur dalam pot serta pelestarian pohon mangga sebagai identitas Kota Probolinggo.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Mayangan berharap Taman MARINDA dapat menjadi model inovasi pekarangan produktif yang dapat direplikasi di lingkungan lain. Dengan mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan potensi lokal, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kota Probolinggo yang hijau, produktif, dan berdaya saing.