fbpx

”Semarak Pagi Kota Probolinggo” Fasilitasi Promosi Produk UMKM Di Kecamatan Kademangan

Kecamatan Mayangan berpartisipasi Di SPKP yang hadir di stand no 35 – 36 dengan tema Dengan Semangat Gerakan Hidup Sehat dan Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro di Kota Probolinggo.

 

http://harianbhirawa.com/2018/07/semarak-pagi-kota-probolinggo-fasilitasi-promosi-produk-umkm/

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) kembali digelar. Kali ini sudah episode III yang digeber di sepanjang Jalan Semeru, Kecamatan Kademangan. SPKP diadakan lima kali dalam setahun ini tetap dipertahankan dengan berbagai tujuan. Salah satunya, memfasilitasi promosi produk-produk UMKM di Kota Probolinggo.
SPKP juga diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian, mampu mendorong UMKM menghadapi persaingan ekonomi. “Memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan hasil produknya. Serta menginformasikan ke masyarakat hasil pembangunan di Kota Probolinggo, sekaligus menjadikan SPKP sebagai destinasi wisata. Hal ini diungkapkan Wali Kota Probolinggo Hj. Rukmini Senin (16/7) malam.
Dalam SPKP bertema “Dengan Semangat Gerakan Hidup Sehat dan Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan EKonomi Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro di Kota Probolinggo”, diikuti 103 peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, pengusaha, kelompok masyarakat dan UMKM.
Rukmini menyampaikan, selain SPKP lima kali setahun, Pemkot Probolinggo juga punya MPS2 (Morning On Panglima Sudirman Street). Menurutnya, SPKP dan MPS2 merupakan kegiatan berbasis kearifan lokal. “Yang tidak ada duanya di Indonesia. Melalui SPKP dan MPS2, UMKM bisa membuat produk dan masyarakat bisa berbelanja produknya. Seni tradisional, seniman juga bisa merasakan manfaat kegiatan ini,” ungkapnya.
Rukmini juga mengajak semua kalangan mendukung pengembangan usaha mikro serta sektor formal agar terbentuk iklim usaha yang kondusif. Sehingga dapat mewujudkan perekonomian Kota Probolinggo yang kokoh, kompetitif dan berkeadilan.
“Saat ini pemerintah sudah mulai melirik potensi industri kreatif sebagai cara untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar global,” tegasnya. Usai acara seremonial pembukaan SPKP pagi itu, wali kota mengunjungi ratusan stand didampingi calon wali kota terpilih periode 2019-2024 Hadi Zainal Abidin.
Kepedulian Kota Probolinggo, kepada para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan atas pemberian bantuan peralatan usaha kepada para pengusaha UMKM yang tersebar di Kota Probolinggo, tegasnya.
Program ini sebenarnya sudah lama berjalan. Kami ingin agar UMKM di Kota Probolinggo terus maju. Pemberian bantuan peralatan usaha itu sendiri, digelar Pemkot Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP).
Puluhan pelaku UMKM penerima bantuan mengaku sangat berterima kasih kepada Wali Kota Rukmini. “Kami sangat berterima kasih sekali, ini sebuah iktiar yang baik dari Ibu Rukmini. Mudah-mudahan membawa kebaikan dan semoga program ini terus berjalan. Kami bangga atas Ibu Rukmini yang begitu perhatian terhadap kami,” ujar Saiful Bahri.
Wali kota Rukmini mengatakan jika penyerahan bantuan itu bertujuan untuk memberdayakan pengusaha UMKM agar usahanya lebih produktif dan terus meningkat pendapatannya. “Selain itu, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap pemberdayaan pengusaha mikro,” tandasnya.
Bantuan itu sudah diberikan kepada ratusan pengusaha UMKM. Bantuan itu berupa alat tukang, open standing mixer, kompresor, mesin jahit, etalase, dan peralatan lainnya. Dirinya akan terus berkomitmen untuk memajukan para UMKM yang ada di Kota Probolinggo. Untuk menunjang itu, pihaknya juga mendukung para UMKM melalui kegiatan-kegiatan berupa promosi wisata dan produk seperti MPS, Semipro dan SPKP.
Tak hanya itu, kepada penerima bantuan, Wali Kota meminta agar mengembangkan usahanya. Untuk pengusaha jahit, Wali Kota menyarankan agar bergabung dengan usaha konveksi milik Sutiyah. “Konveksi bordir milik Ibu Sutiyah berkembang pesat. Produknya dikirim ke Jepang. Sekali kirim sebanyak satu kontainer,” pesan Wali Kota.
Wali Kota berharap, bantuan peralatan bisa meningkatkan ekonomi penerima. Mereka diminta tidak menjual peralatan yang diberikan, tapi harus digunakan seterusnya sebagai usaha penopang hidup sehari-hari, tambahnya. [wap]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.